Makanan kaleng mengandung BPA
BPA atau Bisphenol-A merupakan bahan kimia yang terkandung dalam kemasan makanan, termasuk dalam kaleng. Penelitian menunjukkan bahwa BPA dalam makanan kaleng dapat berpindah dari lapisan kaleng ke makanan. BPA yang masuk ke dalam tubuh berhubungan dengan masalah kesehatan, seperti penyakit jantung dan diabetes mellitus tipe 2, serta juga dapat menyebabkan kelainan fungsi seksual pada pria.
Penelitian yang dipublikasikan oleh Environmental Research menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan kaleng berhubungan dengan tingginya konsentrasi BPA dalam urin, semakin banyak mengonsumsi makanan kaleng, semakin tinggi juga kadar BPA yang ditemukan dalam urin. Namun, kadar BPA yang ditemukan dalam makanan kaleng berbeda- beda jumlahnya.
Karena dampak yang ditimbulkan BPA pada kesehatan sangat berbahaya, bahkan Food and Drug Administration Amerika Serikat sudah melarang penggunaan BPA untuk kemasan yang bersentuhan dengan makanan, tetapi penggunaan kemasan makanan yang mengandung BPA masih ditemukan.
Makanan kaleng berisiko mengandung bakteri berbahaya
Walaupun jarang, tetapi makanan kaleng yang tidak melalui proses dengan baik dapat mengandung bakteri berbahaya yang dikenal dengan nama Clostridium botulinum. Mengonsumsi makanan kaleng yang mengandung bakteri ini dapat menyebabkan penyakit yang bernama botulisme, di mana penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan dan bahkan kematian jika tidak diobati. Untuk menghindarinya, penting agar Anda memeriksa kondisi kaleng sebelum membelinya, jangan membeli makanan kaleng yang sudah rusak, contohnya kaleng menggembung, penyok, retak, atau bocor.
